Langsung ke konten utama

Tahap Sistematis Pengetahuan Menjadi Ilmu

ZonaSainsKita~ Pengetahun dapat menjadi sebuah ilmu melalui tahap-tahap yang sistematis sebagai berikut.
Proses pengetahuan menjadi ilmu


1.    Perumusan pertanyaan
2.    Merancang hipotesis
3.    Menarik kesimpulan logis dari pengandaian-pengandaian
4.    Merancang teknik mentes pengandaian-pengandaian
5.    Menguji teknik itu sendiri apakah memadai dan dapat diandalkan
6.    Tes itu sendiri dilaksanakan dan hasil-hasilnya ditafsirkan
7.    Menilai tuntutan kebenaran yang diajukan oleh pengandaian-pengandaian itu serta menilai kekuatan teknik tadi
8.    Menetapkan luas bidang berlakunya pengandaian-pengandaian serta teknik dan merumuskan pertanyaan baru

Sementara itu, sifat-sifat ilmu adalah sebagai berkut:
1.    Rasional : proses pemikiran yang berlangsung dalam ilmu itu harus dan hanya tunduk pada hukum-hukum logika.
2.   Empiris : kesimpulan yang didapatnya harus dapat ditundukkan pada verifikasi pancaindra manusia.
3.      Sistematis : fakta yang relevan itu harus disusun dalam suatu kebulatan yang konsisten
4.      Umum harus dapat dipelajari oleh setiap orang, tidak bersifat esoteric
5.   Akumulatif : Kebenaran yang diperoleh selalu dapat dijadikan dasar untuk memperoleh kebenaran yang baru

Dilihat dari wujudnya sebenarnya terdapat tiga wujud ilmu, yaitu ilmu sebagai proses, ilmu sebagai prosedur, dan ilmu sebagai produk.
1.         Ilmu sebagai proses
Dalam hal ini berarti ilmu merupakan aktivitas penelitian, para pelakukanya disebut ilmuan. Aktivitasnya tidak bersifat tunggal, melainkan jamak. Ada rangkaian aktivitas penelitian yang bersifat rasional (rasio), kognitif (pengetahuan), dan teleologis (menuju tujuan tertentu).
2.         Ilmu sebagai prosedur
Dalam hal ini berarti ilmu merupakan kegiatan penelitian yang menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah prosedur yang digunakan oleh ilmuan dalam mencari secara sistematis pengetahuan baru dan peninjauan kembali pengetahuan yang ada.
3.         Ilmu sebagai produk
Pengertian inilah yang paling sering digunakan. Dalam arti ketiga ini, ilmu merupakan kumpulan pengetahuan sistematis yang merupakan produk dari aktivitas penelitian dengan metode ilmiah.

Komentar

advertisement

Postingan populer dari blog ini

APLIKASI TEORI SKINNER TERHADAP PEMBELAJARAN

Beberapa aplikasi teori belajar Skinner dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: –      Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis. –      Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat. –      Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. –      Materi pelajaran digunakan sistem modul. –      Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic. –      Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. –      Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman. –      Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum. –      Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah. –  ...

Sejarah Kurikulum Indonesia tahun 1952

ZonaSainsKita~ Kurikulum 1952 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum 1947, dimana kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran.Karena itu, kurikulum 1952 lebih dikenal sebagai  Rencana Pelajaran Terurai 1952 . Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional.Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, pendekatan kontekstual dalam pembelajaran sudah digunakan pada masa tersebut. Lahirnya kurikulum 1952 tidak terlepas dari sejarah kelahiran Kurikulum 1947.Bahkan dapat dikatakan bahwa Kurikulum 1952 adalah pembaharuan dari Kurikulum 1947.Dikatakan demikian karena saat kurikulum 1947 berlaku belum ada undang-undang pendidikan yang berlaku sebagai landasan operasionalnya.Hal ini terjadi sampai tahun 1949.Baru setelah tahun 1950 undang-undang pendidikan yang dikenal dengan Undan...

SEJARAH MUNCULNYA TEORI KONDISIONING OPERAN B.F SKINNER

Asas pengkondisian operan B.F Skinner dimulai awal tahun 1930-an, pada waktu keluarnya teori S-R. Pada waktu keluarnya teori-teori S-R. pada waktu itu model kondisian klasik dari Pavlov telah memberikan pengaruh yang kuat  pada pelaksanaan penelitian. Istilah-istilah seperti cues (pengisyratan), purposive behavior (tingkah laku purposive) dan drive stimuli (stimulus dorongan) dikemukakan untuk menunjukkan daya suatu stimulus untuk memunculkan atau memicu suatu respon tertentu. Skinner tidak sependapat dengan pandangan S-R dan penjelasan reflex bersyarat dimana stimulus terus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. Menurut Skinner penjelasan S-R tentang terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungannya. Bukan begitu, banyak tingkah laku menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap organisme dan dengan begitu mengubah kemungkinan organisme itu merespon n...